Test Footer

Random Product

Home » » Jangan Tercekik Kredit

Jangan Tercekik Kredit


  Jangan Tercekik Kredit

Kenaikan harga BBM sudah terjadi di depan mata. 

Setelah itu biasanya diikuti dengan kenaikan inflasi dan suku bunga kredit, apalagi BI sudah menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6%. Kenaikan suku bunga kredit tentu saja harus hal yang dipertimbangan bagi para pebisnis, agar usahanya tidak tergilas dengan bunga. 

Bahkan kalau bisa, di tengah kenaikan suku bunga kredit, pebisnis justru meraih profit.
Disinilah perlunya seorang pebisnis melek financial, termasuk soal kredit, dan suku bunga kredit. 

Dengan demikian, ia bisa memilih mana lembaga yang tepat untuk mengajukan kredit, apakah ke bank konvensional, bank syariah, atau lembaga non bank. Selain itu, dengan melek financial, seorang pebisnis bisa melakukan perhitungan yang tepat sebelum mengajukan kredit, yang disesuaikan dengan kondisi usahanya.
  
Sebagai tahap awal, seorang pebisnis harus mengetahui Undang-undang nomor 10 tahun 98 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan, yang salah satunya memuat tentang pinjaman/kredit. 

Dengan demikian, seorang pebisnis diharapkan berhati-hati dalam mengajukan pinjaman/kredit, dan tidak menyepelekan kesepakatan dengan bank atau non bank dalam hal pinjaman/kredit.
 
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan kredit:
  1. Teliti, apakah kredit yang akan diambil sesuai dengan bisnis yang dijalankan, baik dari aspek untung rugi, dan resiko.
  2. Dari situ lakukan perhitungan jenis kredit yang tepat, apakah kredit modal kerja, kredit investasi, atau kredit konsumtif.
  3. Perhatikan pula jangka waktu yang tepat, apakah kredit jangka pendek atau jangka panjang.
  4. Dari situ tentukan pula lembaga yang tepat untuk mengajukan kredit, apakah ke bank konvesnional atau syariah, atau ke lembaga non bank. Pelajari unsur-unsur yang ada didalamnya, termasuk untung rugi dan resikonya.
 
Setelah kredit disetujui, pebisnis juga harus pandai mengatur agar bisa melakukan pembayaran secara tepat waktu. 
Karena jika tidak, bunga yang terus berjalan bisa mencekik leher. 
Sebaiknya, besaran pembayaran disesuaikan dengan pendapatan. 
Sebaiknya yang disisihkan adalah sepertiganya, bukan setengahnya.
lebih lengkap klik disini

0 komentar:

Comment

About

Widget Footer

Test Footer